MEMBEDAH KETIMPANGAN GENDER: RESPONTIVITAS KEBIJAKAN PENYELURUHAN PERTANIAN DI KABUPATEN BOGOR
MEMBEDAH KETIMPANGAN GENDER: RESPONTIVITAS KEBIJAKAN PENYELURUHAN PERTANIAN DI KABUPATEN BOGOR
Oleh :
Anna Fatchiya, Dyah Retna Puspita, Adi Firmansyah, Hanna Indriana, Titania Aulia, Siti Syamsiah, Rafnel Azhari
Tanggal Terbit : 13 Juni 2025
Kesetaraan gender pada sektor pertanian merupakan salah satu elemen kunci dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis responsivitas genderkebijakan penyuluhan pertanian di Kabupaten Bogor serta mengevaluasi perbedaan persepsi penyuluh laki-laki dan perempuan terhadap kebijakan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 60 penyuluh pertanian yang dipilih melalui purposive sampling dengan mempertimbangkan keragaman berdasarkan genderdan status penyuluh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responsivitas genderdalam kebijakan penyuluhan pertanian masih belum optimal, dengan kesenjangan terlihat pada aspek penyediaan transportasi, biaya operasional, akses pelatihan dan pendidikan lanjutan. Penyuluh perempuan cenderung menghadapi lebih banyak kendala dibandingkanpenyuluh laki-laki. Hal ini diperkuat dengan masih rendahnya dukungan untuk melibatkan penyuluh perempuan dalam kegiatan penyuluhan dan kewajiban untuk selalu membuat data terpilah gender. Uji statistik mengungkapkan adanya perbedaan signifikan dalam persepsi genderpenyuluh terkait beberapa indikator, seperti kemudahan pelatihan dan pendidikan lanjutan. Dari hasil ini disarankan agar kebijakan penyuluhan perlu lebih responsif terhadap kebutuhan spesifik penyuluh perempuan melalui pengembangan materi penyuluhan yang inklusif, penyediaan fasilitas transportasi ramah gender, serta penguatan pelatihan dan pendidikan berbasis genderuntuk mendukung kesetaraan dan keberlanjutan dalam pembangunan pertanian.
Kata Kunci: kesetaraan gender, penyuluhan pertanian inklusif, pembangunan berkelanjutan, responsivitas gender.
