CARE

Atasi persoalan sampah, CARE LPPM IPB University launching Sekolah Sampah Mandiri di Bekasi

Atasi persoalan sampah, CARE LPPM IPB University launching Sekolah Sampah Mandiri di Bekasi

SeSaMaPersoalan sampah masih menjadi permasalahan yang sangat pelik di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bekasi. Permasalahan sampah di Indonesia berkaitan dengan jumlahnya yang sangat banyak, dan sebagian besar sampah masih dibuang menuju TPA. Hal ini disebabkan  sangat sedikitnya sampah yang diolah di hulu, dan karakter masyarakat dalam memperlakukan sampah masih rendah.  Atas dasar itu, CARE LPPM IPB meluncurkan program Sekolah Sampah Mandiri (SeSaMa).

Pada tanggal 12 Februari 2022, CARE LPPM IPB melakukan launching program SeSaMa di Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Hadir dalam launching tersebut Kepala LPPM IPB-Dr. Ir. Ernan Rustiadi, MAgr, Wakil Kepala LPPM Bidang Penguatan Sumberdaya, Kerjasama, dan Pengembangan (PSKP)-Prof. Dr. Ir. Faiz Syuaib MAgr, Kepala CARE LPPM IPB-Prof Dr. Didik Suharjito, MS, Sekretaris CARE LPPM IPB-Ir. Agit Kriswantriyono, MSi, staf peneliti CARE LPPM IPB, Dr Dahri, Adi Firmansyah, SP MP, Tiara Rahmawati, SHut, Lurah Kebalen, Ketua RW 28, para Ketua RT di RW 28, serta tokoh dan perwakilan masyarakat lainnya di Kelurahan Kebalen.

Dalam pemaparan konsep Sekolah Sampah Mandiri tersebut Sekretaris CARE LPPM IPB menyampaikan bahwa Sekolah Sampah Mandiri ini sebagai medium pendidikan karakter masyarakat dalam membentuk kesadaran & kepedulian terhadap lingkungan, terutama bagaimana memperlakukan sampah dengan bijak. Tujuan dari Sekolah Sampah Mandiri ini adalah membentuk masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungannya. Hasil yang diharapkan adalah  terwujudnya kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sampah dan terciptanya lingkungan yang berwawasan lingkungan.  Program Sekolah Sampah Mandiri mengintegrasikan pendekatan multi-metode yang diaplikasikan dalam modul kurikulumnya.  Serta program ini dilaksanakan melalui sinergi para pihak yaitu Perguruan Tinggi, pemerintah, perusahaan dan masyarakat.

Kepala LPPM IPB, Dr. Ir. Ernan Rustiadi, MAgr dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif CARE LPPM IPB dalam program ini yang telah berhasil mensinergikan berbagai kepentingan  dalam upaya mencari solusi atas permasalahan sampah.

“Untuk mengatasi permasalahan sampah perlu adanya sinergi berbagai pihak. Model SeSaMa ini menjadi salah satu model kelembagaan pengelolaan sampah yang telah mengakomodasi berbagai kepentingan terkait dalam upaya menyelesaikan permasalahan sampah perkotaan. Selain itu, hal yang penting diperlukan dalam upaya ini adalah peran para penggerak di masyarakat, atau local champion pengelolaan sampah di masing-masing wilayah. Alhamdulillah, saya melihat di kelurahan ini telah ada champion-champion tersebut”, ujar Dr. Ernan.

SeSaMa ini juga mendapat tanggapan yang sangat baik dari masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada CARE LPPM IPB dan PT. Bumi Resources, Tbk, yang telah mendampingi wilayah kami RW 28 Kelurahan Kebalen. Berkat pendampingan dari CARE LPPM IPB, warga kami memiliki motivasi yang lebih tinggi dalam pengelolaan sampah. Alhamdulillah kondisi lingkungan kami saat ini lebih bersih, lebih sehat dan lebih hijau. Sebagian warga juga telah secara sadar mengolah dan memanfaatkan sampah rumah menjadi barang yang bernilai ekonomi, seperti kerajinan tas-tas dari plastik, pupuk organik serta eco enzym”, ujar Ibu Heni, Ketua RW 28 Kelurahan Kebalen.

Lurah Kebalen, dalam sambutannya juga mengapresiasi kegiatan pendampingan dari CARE LPPM IPB dan PT. Bumi Resources, Tbk.

“Dengan adanya pendampingan dari CARE LPPM IPB dan PT. Bumi Resources, Tbk. tugas saya menjadi lebih ringan terkait pengelolaan sampah. Saya harap model pengelolaan sampah di RW 28 ini bisa juga diterapkan di RW-RW lainnya di Kelurahan Kebalen. Terima kasih kepada CARE LPPM IPB dan PT. Bumi Resources, Tbk”

Pada kegiatan launching SSM ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh para pimpinan LPPM IPB dan Lurah Kebalen, serta  diserahkannya alat bor biopori dari CARE LPPM IPB kepada Lurah Kebalen. Pada launching ini, Bank Sampah Getab, sebagai bank sampah di RW 28, menampilkan mars bank sampah getab dan produk-produk kerajinan dari sampah. Hal yang menarik juga adalah para kader RW 28 juga mengajak tamu undangan untuk melihat kebun demplot di masing-masing RT di lingkup RW 28 yang merupakan hasil dari penerapan kurikulum Sekolah Sampah Mandiri di wilayah itu. (af).