CARE

WHATSAPP SEBAGAI EKOSISTEM PEMBELAJARAN SOSIAL

WHATSAPP SEBAGAI EKOSISTEM PEMBELAJARAN SOSIAL DIGITAL UNTUK DIFUSI INOVASI DAN PENINGKATAN KAPASITAS PETANI: STUDI NETNOGRAFI PADA KOMUNITAS PETANI SAYUR

WHATSAPP SEBAGAI EKOSISTEM PEMBELAJARAN SOSIAL DIGITAL UNTUK DIFUSI INOVASI DAN PENINGKATAN KAPASITAS PETANI: STUDI NETNOGRAFI PADA KOMUNITAS PETANI SAYUR

Oleh :
Adi Firmansyah, Ulfah Mubarokah

Tanggal Terbit : 07 Maret 2026

Penelitian ini menganalisis bagaimana grup WhatsApp “Petani Sayur” berfungsi sebagai  ekosistem  pembelajaran  sosial  digital  yang  mendukung  difusi  inovasi  dan peningkatan  kapasitas  petani  sayur.  Transformasi  komunikasi  digital  telah  menggeser pola  penyuluhan  dari  model  satu  arah  menuju  pembelajaran  kolaboratif  berbasis komunitas.    Penelitian    menggunakan    pendekatan    kualitatif    netnografi    dengan menganalisis percakapan digital selama tiga bulan (Juli–September 2025) menggunakan perangkat  lunak  NVivo  14.  Kerangka teori  yang  digunakan  meliputi  Social  Learning Theory, Community of Practice, dan Diffusion of Innovation, dengan dukungan konsep literasi  digital  dan  modal  sosial.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  WhatsApp berfungsi sebagai ruang ko-kreasi pengetahuan dimana proses observasi, eksperimen, dan    validasi    sejawat    terjadi    secara    horizontal.    Struktur    jejaring    komunikasi memperlihatkan   adanya   distributed   leadership   dengan   peran   penyuluh   sebagai fasilitator dan validator pengetahuan. Analisis sentimen menunjukkandominasi interaksi positif yang  memperkuat kepercayaan  dan  kohesi  sosial.  Literasi  digital  meningkatkan kemampuan petani dalam mengevaluasi dan mengadaptasi informasi, sementara modal sosial  memperkuat  kolaborasi  komunitas.  Sinergi  keduanya  melahirkan  inovasi  sosial yang  meningkatkan  kapasitas  teknis,  kognitif,  dan  kolektif  petani.  Secara  teoretis, penelitian ini memperluas penerapan teori pembelajaran sosial dan difusi inovasi dalam konteks  komunikasi  digital  pertanian.  Secara  praktis,  hasilnya  merekomendasikan integrasi WhatsApp sebagai bagian dari sistem penyuluhan digital berbasis komunitas.

Kata Kunci : Difusi  Inovasi,  Komunitas Praktik,  Literasi  Digital, Pembelajaran Sosial Digital, Whatsapp.

[Baca Jurnal Selengkapnya]