container rowdiv id=

Pertamina dan CARE LPPM IPB launching gerakan biopori di Karawang

Pertamina dan CARE LPPM IPB launching gerakan biopori di Karawang

biopori karawangPT Pertamina EP Asset Subang Field bekerja sama dengan CARE LPPM IPB dan Pemerintahan Desa Karangligar menyelenggarakankegiatan gerakan “Biopori for Karangligar”, pada beberapa hari lalu. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ir. Kamir R Brata, MSc, yang merupakan penemu teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB)dan telah mendapatkan penghargaan Kalpataru pada tahun 2015. Hadir dalam kegiatan ini Jajaran Muspika Kecamatan Telukjambe Barat, Perwakilan BPLH Kab. Karawang, dan tokoh masyarakat sekitar.

Masyarakat Desa Karangligar diperkenalkan Teknologi dan manfaat dari Biopori oleh Ir. Kamir Brata, M.Sc. Dosen IPB bahwa lubang resapan biopori merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan, yang berguna untuk mempercepat peresapan air hujan. Biopori juga bisa mengurangi banjir, longsor, erosi, dan menyuburkan tanah.

Lebih lanjut Kamir, yang biasa disebut juga Bapak Biopori ini juga menyampaikan bahwa untuk membuat biopori sangat mudah, yakni dilakukan dengan mengebor tanah dengan menggunakan bor biopori. Lubang resapan biopori mempunyai diameter 10 cm dan kedalaman 100 cm. Nantinya pada lubang resapan biopori (LRB) ini akan diisi oleh sampah organik untuk memancing fauna dan flora tanah untuk melubangi tanah yang akan membentuk pori-pori pada tanah berfungsi untuk media resapan air. “LRB ini nantinya akan menghasilkan pupuk organik karena diisi oleh sampah organik yang membusuk dan menjadi kompos,” tutur Kamir.

Rima selaku Community Development Officer (CDO) Pertamina EP di Desa Karangligar menuturkan bahwa kegiatan ini sebagai langkah awal gerakan pembuatan 5000 lubang biopori di Desa Karangligar. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menggugah kesadaran dan partisipasi masyarakat, bahwa ada teknologi sederhana, yakni biopori untuk mencegah banjir. “Ini masih awal dan akan kita monitoring perkembangannya bersama-sama,” ujar Rima.

Sementara itu dalam sambutannya Subang Legal & Relations Assistant Manager Pertamina EP, R Ery Ridwan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti komitmen Pertamina EP dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar. Lebih lanjut Ery menyampaikan bahwa pembuatan biopori harus menjadi gerakan bersama-sama agar hasilnya lebih berdampak besar bagi lingkungan. “PT Pertamina EP sesuai dengan komitmennya Tumbuh Bersama Lingkungan akan mendukung gerakan pembuatan biopori di Desa Karangligar,” kata Ery.

Sedangkan menurut Eneng Komariah, Kades Karangligar menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Pertamina EP Subang Field dan CARE LPPM IPB yang telah mencanangkan kegiatan Biopori For Karangligar. Menurut dia kegiatan nantinya akan sangat bermanfaat khususnya bagi Desa Karangligar, mengingat dalam 5 tahun terkahir desa Karangligar sebagai langganan banjir. “Upaya ini sebagai ikhtiar bersama dan langkah solutif dalam menangani dan mencegah banjir di masa yang akan datang. Dan saya mengajak semua lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini ,“ ujar Eneng.

Di Akhir kegiatan masyarakat mempraktekkan secara langsung pembuatan lubang biopori di halaman Balai Desa Karangligar bersama-sama dengan Perwakilan Pertamina, Pejabat Desa, Muspika dan BPLHD.

Selanjutnya PT Pertamina EP menyumbang alat bor untuk masing-masing ketua Rukun Tetangga (RT) di Desa Karangligar. Nantinya masing-masing ketua RT akan meminjamkan alat bor kepada warganya secara bergiliran untuk melakukan pembuatan sebanyak 3-5 biopori di halaman rumah masing-masing. Ada lebih dari 1000 unit rumah di Desa Karangligar, sehingga diharapkan pada akhirnya akan terbuat sekitar 5000 biopori lebih di desa Karangligar. (af/rm)