container rowdiv id=

Pelatihan dan Bantuan Obat Ternak di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan

Pelatihan dan Bantuan Obat Ternak di Desa Sugihwaras, Sumatera Selatan

Pelatihan dan Bantuan Obat Ternak di Desa Sugihwaras, Sumatera Selatan

LPPM IPB bekerjasama dengan PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field melakukan pendampingan ternak sapi di Kabupaten Musi Rawas. Kegiatan pendampingan telah berlangsung mulai April 2016 sampai November 2016. Bentuk pendampingan mencakup pendampingan teknis peternakan, seperti manajemen kandang, manajemen pakan, manajeman budidaya dan pencegahan serta pengendalian penyakit ternak. Untuk lebih mengintensifkan pendampingan, LPPM IPB bekerjasama dengan PT Pertamina EP Asset 2 menempatkan 1 orang sarjana pendamping (bidang peternakan). Salah satu bentuk kegiatan pendampingan yang baru-baru ini dilaksanakan adalah pelatihan penanganan penyakit ternak dan bantuan obat ternak.

Kegiatan pelatihan penanganan penyakit ternak dan bantuan obat ternak dilaksanakan padahari Senin tanggal 28 November 2016 atas permintaan dari ketua kelompok ‘Lestari Tani 1”. Hadir sebagai narasumber adalah Drh. Rahmat Hidayat, MSi yang merupakan Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Pemberian pelatihan dan bantuan obat kepada kelompok bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang penyakit yang umumnya terjadi pada ternak sapi maupun kambing serta cara pengobatannya. Bantuan obat yang diberikan kepada kelompok berupa spayer, obat cacing, desinfektan antibiotic dan multivitamin. Jumlah anggota kelompok yang terlibat dalam kegiatan sebanyak 15 orang. Adapula ternak anggota kelompok yang sakit seperti penyakit mata pada sapi, penyakit kuku busuk dan penyakit kulit pada kambing.

Penyakit mata pada sapi dapat disebabkan oleh cacing. Pengobatannya dapat dilakukan dengan cara memberikan air tembakau pada mata sapi yang sakit serta menyuntikkan antibiotik sesuai dengan infeksinya. Pengobatan ini dilakukan 1x sehari sampai matanya kelihatan jernih. Penyakit kuku busuk adalah penyakit yang disebabkan oleh kumanyang yang hidup di sela – sela kuku, sehingga apabila terjadi luka maka akan terjadi infeksi yang menyebabkan bau busuk, dan kaki menjadi pincang. Pengobatan dapat dilakukan dengan cara membersihkan bagian kaki yang luka lalu kemudian direndam dengan larutan antiseptik (betadin/formalin).  Pengobatan ini dilakukan tiap 2x sehari (pagi-sore) sampai bau busuk dan luka padakakinya mulai menutup. Sementara untuk pengobatan dari dalam dapat dilakukan dengan menyuntik antibiotik intra muskuler. Sedangkan penyakit kulit pada kambing dapat disebabkan oleh kutu ataupun jamur. Adapula cara pengobatannya adalah dengan menggunakan oli bekas dan sabun colek dilumuri pada  kulit yang terinfeksi.Pengobatan ini dilakukan 2 hari sekali.