container rowdiv id=

MODEL RESOLUSI KONFLIK MELALUI PENDEKATAN KEDAULATAN PANGAN DAN PEMBERDAYAAN DI TIMIKA PROVINSI PAPUA

MODEL RESOLUSI KONFLIK MELALUI PENDEKATAN KEDAULATAN PANGAN DAN PEMBERDAYAAN DI TIMIKA PROVINSI PAPUA

Penulis: Tim CARE IPB

Kabupaten Mimika Provinsi Papua merupakan salah satu wilayah Indonesia dengan potensi sumber daya mineral yang tersembunyi diantaranya berupa tembaga dan emas. Hutan tropis Kabupaten Mimika merupakan bagian dari Taman Nasional Lorentz yang merupakan hutan lindung terbesar di Asia Tenggara bahkan ditetapkan oleh Unesco pada tahun 1999 sebagai salah satu ASEAN Heritage Site atau situs warisan alam dunia. Dibalik potensinya yang besar tersebut, wilayah ini dikenal dengan kawasan rawan konflik. Serentetan konflik yang pernah terjadi di wilayah ini dilatar belakangi berbagai masalah mulai dari konflik antar suku hingga konflik dilatar belakangi masalah ekonomi akibat kecemburuan sosial antara masyarakat pendatang dan pribumi.

Penanganan konflik melalui pendekatan pemberdayaan menjadi salah satu solusi yang ditawarkan. Peningkatan kapasitas masyarakat pribumi melalui program kemandirian pangan dalam rangka mewujudkan kedaulatanpangan  dilakukan melalui serangkaian proses. Di awali dengan proses inisiasi pemukiman layak huni bagi masyarakat Suku Amungme, membangun kawasan pertanian terpadu yang dikelola oleh lembaga adat dan masyarakat pemukiman Kampung Mandiri Nusantara. Masyarakat bukan hanya diajarkan teknik dasar budidaya pertanian dan peternakan tetapi juga diperkenalkan upaya menciptakan sistem usaha tani untuk memenuhi kebutuhan harian, mingguan, bulanan dan musiman.

Buku ini diharapkan menjadi sebuah pembelajaran menarik pendekatan konflik dengan pendekatan kemandirian (self reliance approach). Konsep pemberdayaan masyarakat sebagai sebuah resolusi konflik ditempuh dengan cara mendorong masyarakat agar mampu meningkatkan kesejahteraan secara mandiri. Dalam hal ini lembaga berperan sebagai fasilitator yang mendampingi proses pemberdayaan masyarakat. Masyarakat sebagai aktor dan penentu keberhasilan pembangunan.