container rowdiv id=

Kajian Model Pemberdayaan Ketahanan Pangan

Kabupaten Malaka merupakan salah satu kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Wilayah ini juga menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar pasca jajak pendapat Timor Timur. Keberadaan eks pejuang Timor Timur di wilayah ressetlement yang dibangun oleh Uni Eropa dan UNHCR di Desa Kanamasa, Kecamatan Malaka Tengah-Kabupaten Malaka, perlu mendapat perhatian khusus ditengah ketidakpastian hidup pasca perjuangan. Wilayah Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka termasuk dalam kawasan prioritas rawan pangan nomor satu menurut FSVA NTT. Pengembangan pertanian merupakan alternatif solusi dalam upaya penguatan ketahanan pangan rumah tangga eks pejuang Timor Timur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi ketersediaan pangan, faktor-faktor penyebab permasalahan pangan, dan  merancang model pemberdayaan masyarakat dalam upaya peningkatan ketahanan pangan wilayah perbatasan.  Hasil penelitian menunjukkan kondisi masyarakat eks pejuang Timor Timur berada dalam kondisi rawan pangan yang ditandai dari konsumsi energi  di bawah angka cutting point untuk kecukupan konsumsi energi 2.160 Kal/kap/hr yaitu sebesar 1.209,08 Kal/kap/hari. Permasalahan pangan yang muncul disebabkan oleh faktor minimnya diversifikasi pangan, tingginya harga bahan pangan,  dan budaya pangan yang kurang mendukung kecukupan asupan gizi di dalam keluarga.  Program pengembangan pertanian merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah kerawanan pangan tersebut, dengan bermodal pada pengalaman  masyarakat di bidang pertanian.  Program-program yang dapat dikembangkan adalah: 1) penguatan kelembagaan melalui pembentukan kelompok tani; 2) peningkatan SDM melalui pelatihan pembibitan tanaman pangan dan hortikultura; 3) pemberdayaan lahan pekarangan; 4) pengadaan atau inisiasi lahan budidaya; 5) kegiatan budidaya di lahan demplot.

Kata Kunci: ketahanan pangan, kemiskinan, pemberdayaan masyarakat.

Download Jurnal