container rowdiv id=

IPB jalin kerjasama dengan Pemkab Serdang Bedagai

Pada tanggal 31 Maret 2017, bertempat di Ruang Sidang PSP 3 Gedung Utama IPB Pajajaran Bogor, telah dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara IPB dengan Pemda Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Dalam kegiatan ini, IPB diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Kajian Strategis, Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M.Ec dan Pemda Serdang Bedagai dipimpin langsung Bupati Serdang Bedagai yaitu Ir. H. Soekirman. Hadir dalam kegiatan ini beberapa pejabat di lingkup IPB yaitu Prof. Dr. Rizal Syarief, DESS (Penasihat CARE IPB), Prof. Ir. Dr. Sumarjo (Kepala Pusat CARE IPB), Dr. Dahri Tanjung (Sekretaris CARE IPB), serta peneliti dan pejabat di lingkup IPB. Adapun dari Pemda Kab. Serdang Bedagai hadir pejabat yang terkait seperti Ketua Bappeda, Biro Ekonomi, Kepala Dinas Pendidikan, Kepada Dinas Pertanian, Camat, dan lain-lain.
Dengan ditandatanganinya MoU tersebut Bupati Serdang Bedagai mengharapkan IPB dapat mendukung 21 Raihan RPJMD yang menjadi Target Pembangunan Kabupaten Segai, khususnya pada: (1) Sektor Pendidikan dan Pelatihan. Adanya beasiswa, pelatihan dan pembinaan guru eksakta, sekolah D3 Pertanian, Peternakan dan Perikanan serta beasiswa pascasarjana untuk Aparatur Sipil Negara. (2) Sektor Pembangunan Pertanian. Kerjasama dalam pengembangan kedelai pasang surut serta pembangunan Sekolah Peternakan Rakyat. (3) Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat
Prof. Hermanto Siregar menyampaikan bahwa terdapat beberapa program IPB yang dapat diimplementasikan di Kab. Sergai sebagai tindak lanjut dari MoU ini. Program tersebut antara lain adalah: (1) Community College. Dalam community college masyarakat saling bertukar pengalaman serta pakar IPB hadir untuk melatih masyarakat setempat di Kab. Sergai. Melalui program ini masyarakat yang terlibat dapat lebih banyak serta masyarakat memahami teori dan praktek yang diajarkan langsung oleh pakarnya. (2) Untuk kegiatan beasiswa disampaikan bahwa saat ini sedang dibuka program Beasiswa Utusan Daerah (BUD) IPB hingga 31 Mei 2017. IPB dapat membantu melakukan Tes Potensi Akademik terhadap calon-calon BUD yang akan diusulkan daerah, dan dari tiap daerah. (3) Untuk komoditi yang dapat dikembangkan bersama, Prof. Hermanto Siregar mengusulkan pengembangan ternak ruminansia dan kedelai pasang surut. Saat ini IPB telah memiliki pengalaman pengembangan kedelai pasang surut dengan panen + 3 ton/ha, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata produksi nasional yang berada pada kisaran 1 ton/ha.
Adapun masukan dari Prof. Rizal Syarief mengenai program lain yang dapat diterapkan melalui MoU adalah Program Sekolah di Luar Kampus Utama, yang saat ini telah diterapkan di Sukabumi, Jawa Barat dan Padang Lawas, Sumatera Utara. Melalui program ini IPB akan merintis pengembangan universitas di wilayah setempat dengan materi pendidikan yang disesuaikan dengan potensi wilayah. Harapannya melalui program ini masyarakat tidak hanya dilatih berfikir kritis tetapi juga bagaimana menghindari konflik dalam pembangunan wilayah. (naa)