-
CARE IPB dampingi pembentukan lembaga pengelola air berbasis masyarakat di sekitar tambang Adaro, Balangan, Kalsel
-
CARE IPB Menjadi Pionir Sosialisasi ISPO
-
Pemberdayaan Perempuan berbasis Jamur Tiram di Desa-Desa Sekitar Tambang Adaro, Kalsel
-
Lahirnya Forum CSR dari Tangan CARE IPB
-
CARE LPPM IPB jalin kerjasama dengan VICO Indonesia untuk Evaluasi Program Comdev VICO
Agenda
| No events |
Gabung Bersama Kami!
| Latar Belakang |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Minggu, 14 Agustus 2011 02:36 |
|
IPB sebagai salah satu institusi yang berkecimpung dalam pertanian dan pembangunan pedesaan memiliki posisi yang strategis dalam pembangunan nasional. Sebagai institusi pendidikan yang memiliki banyak tenaga ahli yang kompeten, IPB diharapkan mampu lebih meningkatkan peran yang selama ini diembannya dalam mewujudkan pembangunan nasional yang bertumbuh, merata, dan berkesinambungan dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada. Sejalan dengan era demokratisasi dan otonomi daerah, IPB dihadapkan pada berbagai tantangan. Pertama, meluasnya fenomena konflik yang terjadi sejalan dengan fenomena ketidakadilan dan kesenjangan di antara masyarakat maupun sejalan dengan makin banyak munculnya perusahaan-perusahaan dengan modal kuat di tengah-tengah masyarakat. Hal ini tidak jarang menimbulkan berbagai bentuk krisis sosial, ekonomi, dan lingkungan yang menjurus kepada konflik. Disinilah pentingnya dikembangkan kelembagaan yang mampu membantu mencarikan solusi berbagai bentuk konflik tersebut. CARE IPB merupakan kelembagaan yang dimaksudkan untuk menekuni dan memfasilitasi kajian pengembangan resolusi konflik dan pengelolaan potensi konflik. Tantangan ketiga, muncul dari lemahnya kapital manusia pada berbagai lini yang justru diharapkan akan menjadi motor penggerak pembangunan di era menguatnya semangat demokrasi. Hal ini semakin tampak jelas dilihat dari adanya dikotomi kepentingan antara eksekutif dan legislatif. Penguatan kapital manusia ini terutama untuk membentuk dan memperkuat kapital sosial melalui upaya-upaya pemberdayaan dan pendampingan, baik pada level masyarakat, kelembagaan maupun pemerintah daerah. Tantangan keempat adalah bagaimana mengatasi kesenjangan informasi dan inovasi di antara masyarakat, antar level pemerintahan, maupun dengan lembaga-lembaga terkait seperti perguruan tinggi, dunia usaha dan lembaga swadaya masyarakat. Disinilah diperlukan kemampuan pengembangan konsep dan implementasi komunikasi publik dan kemitraan yang dapat mewujudkan sinergi melalui konvergensi berbagai pihak terkait dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, kesejahteraan rakyat dan kedamaian melaui pembangunan yang berkeadilan. Menyikapi keempat tantangan besar tersebut Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (CARE) Institut Pertanian Bogor berusaha menjadi bagian dari upaya–upaya untuk mengeliminir berbagai dampak negatif di atas serta memperbesar dampak positif. CARE IPB secara struktural berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor yang dibentuk berdasarkan SK Ketua Lembaga Nomor 048/K13.11/OT/2007 tanggal 24 April 2007 dan SK Rektor IPB No 091/I3/OT/2009, tanggal 1 Mei 2009. Saat ini CARE IPB mengemban tugas di bidang penelitian, pelatihan dan pemberdayaan yang menunjang visi dan misi IPB. |
| LAST_UPDATED2 |



Tentang Kami














