container rowdiv id=

Cyber Extension: Masalah dan Tantangan dalam Pembangunan Pertanian

Abstrak

Pembangunan pertanian dan perdesaan ditandai dengan gencarnya pemberian
dukungan dana, sarana dan prasarana, namun kurang atau bahkan tidak didukung
dengan upaya pemberdayaan atau penyuluhan secara memadai. Keadaan ini banyak
dikeluhkan masyarakat, terkait dengan lemahnya efektivitas bantuan dana, sarana dan
prasarana tersebut. Sebenarnya telah dirancang keikutsertaan pendamping, yang
diharapkan berperan sebagai fasilitator pemberdayaan masyarakat, namun kurang
dibekali kompetensi metoda, teknik dan materi inovasi bagi pembangunan tersebut.
Kesenjangan ini membutuhkan kehadiran cyber extension yang berperan sebagai
salah satu sumber informasi dan inovasi untuk mengatasi kesenjangan tersebut dan
masalah kekurangefektivan implementasi dukungan bantuan bagi pembangunan
perdesaan maupun pertanian tersebut. Permasalahan yang dihadapi adalah kini telah
banyak dikembangkan diseminasi informasi melalui teknologi informasi dan
komunikasi (TIK/ICT), namun juga belum dimanfaatkan secara memadai, sehingga
juga kurang efektif secara meluas bagi upaya mengatasi kesenjangan pembangunan
perdesaan dan khususnya pertanian. Pengembangan Cyber Extension dihadapkan
pada tantangan-tantangan : Penerapan paradigma komunikasi linier ke pardigma
komunikasi konvergen, interaktif dan relasional, yang didukung dengan kesigapan
pakar di bidangnya,untuk merespon permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.
Tantangan di masyarakat juga pentingnya dikembangkan forum media yang dapat
mengatasi kesenjangan akibat bias komunikasi dua tahap dalam pemanfaatan cyber
extension sebagai ciri khas komunikasi menggunakan media massa. Tantangan
lainnya adalah kecepatan dan ketepatan pembaharuan (updating) informasi dalam
berbagai situs cyber extension dan linkage situs yang terkait yang ada di berbadai level
dan instansi.

Full Paper