container rowdiv id=

CARE IPB Kaji Upaya Deradikalisasi Kelompok Separatis di Wilayah Konflik di Indonesia

CARE IPB Kaji Upaya Deradikalisasi Kelompok Separatis di Wilayah Konflik di Indonesia

Pusat Kajian Resolusi Konflik (CARE) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Mengintegrasikan Pendekatan dengan Upaya Deradikalisasi Kelompok Separatis di Wilayah Konflik di Indonesia”. Kegiatan ini diadakan pada hari Selasa (13/10) di IPB International Conventional Center (IICC) Bogor.

Kepala CARE LPPM IPB Prof.Dr. Sumardjo dalam sambutannya mengatakan, proses deradikalisasi pada wilayah-wilayah konfik telah banyak dilakukan. Namun oleh banyak pihak dinilai belum mampu mematikan gerakan radikal, dan mereduksi faham radikal yang ada di kelompok-kelompok masyarakat tertentu. CARE LPPM IPB dalam dasawarsa terakhir ini menekuni fenomena deradikalisasi berbasis pemberdayaan masyarakat dengan metode kaji tindak. Seminar ini bertujuan untuk merumuskan alternatif pendekatan pemberdayaan yang terintegrasi dengan upaya deradikalisasi, melalui identifikasi akar permasalahan munculnya gerakan radikalisme, memetakan kanflik-konflik yang terjadi yang menjadi sebab dan akibat gerakan radikalisme, dan merumuskan pendekatan humanistis dalam upaya deradikalisasi.

Lebih lanjut ia mengatakan, deradikalisasi adalah sebuah langkah untuk mengubah sikap dan cara pandang yang dianggap keras (radikal) menjadi lunak, toleran, pluralis, moderat dan liberal. Hal ini menyangkut kesenjangan dalam kompetensi dan profesionalisme antar lapisan masyarakat menyebabkan kesenjangan dalam daya saring, daya sanding dan daya saing antar lapisan masyarakat tersebut.

Wakil Kepala bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM IPB, Dr. Hartoyo menyampaikan, seminar nasional ini sangat penting dalam upaya memberikan kontribusi pemikiran untuk peningkatan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hadir sebagai pembicara adalah Deputi III Badan Intelijen Negara (BIN) Troesto Poernomo WS,SH,MPM; Direktur Kerjasama Regional dan Multilateral Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Herry Sudrajat SH; Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Dr Suprayoga Hadi; serta dari Universiti Kebangsaan Malaysia yakni Prof. Dr. Siti Naaishah Hambali, Prof. Madya Dr Nazura Abdul Manap.(Awl). Sumber: ipb.ac.id

Leave a Reply