container rowdiv id=

CARE LPPM IPB dan Pertamina Gelar acara Gerakan Sejuta Biopori di Cilamaya, Karawang

CARE LPPM IPB dan Pertamina Gelar acara Gerakan Sejuta Biopori di Cilamaya, Karawang

PTIMG-20160503-WA0004 Pertamina EP Asset 3 Subang Field bersama mitranya CARE LPPM IPB menggelar acara “Gerakan Sejuta Biopori” pada Kamis, 28 April 2016 bertempat di SDN 1 Pasirukem, Cilamaya, Karawang. Kegiatan ini dihadiri oleh Ast. Manager Legal and Relation PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field, Danramil Cilamaya Kulon, Kapolsek Cilamaya Kulon, Perwakilan Camat Cilamaya Kulon, Kepala Desa Pasirukem dan UPT Dinas Pendidikan Cilamaya Kulon serta Peneliti CARE LPPM IPB. Kegiatan yang dihadiri lebih 150 orang ini juga menghadirkan penemu teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB) Ir. Kamir R Brata, M.Sc.

Dalam sambuatannya, Kepala SDN Pasirukem, Siti Sopiah, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim Pendamping CARE LPPM IPB dan PT Pertamina EP Subang Field yang telah menyelenggarakan acara pengenalan Lubang Resapan Biopori ini.  Lebih lanjut, Siti mengatakan bahwa gerakan pembuatan Biopori di Cilamaya dinilai sangat tepat, mengingat dalam beberapa tahun terkahir Cilamaya menjadi “langganan” banjir. Siti berharap bahwa LRB akan menjadi solusi banjir di masa mendatang.

Assistant Manager PT Pertamina EP Subang Field, R Ery Ridwan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti komitmen Pertamina EP dalam berkontribusi menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar. Lebih lanjut Ery menyampaikan bahwa pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) harus menjadi gerakan bersama agar hasilnya nyata bagi lingkungan. Dalam hal ini,  PT Pertamina EP Subang Field mendukung sepenuhnya gerakan ini, sesuai dengan motto perusahaan, “Tumbuh Bersama Indonesia”, terang Ery.

Dalam “kuliah lapang” tentang konservasi, Ir. Kamir Brata, M.Sc. menjelaskan bahwa LRB merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan, yang berguna untuk mempercepat peresapan air hujan. LRB juga bisa mengurangi banjir, longsor, erosi, dan menyuburkan tanah. Lebih lanjut Peraih Kalpataru 2015 ini menyampaikan bahwa untuk membuat LRB sangat mudah, yakni dilakukan dengan mengebor tanah menggunakan bor biopori dengan diameter 10 cm dan kedalaman 100 cm.  Dosen Ilmu Tanah IPB ini memaparkan bahwa LRB ini selanjutnya diisi oleh sampah organik untuk memancing fauna dan flora tanah untuk melubangi tanah yang akan membentuk pori-pori pada tanah berfungsi untuk media resapan air. “LRB ini nantinya akan menghasilkan pupuk organik karena diisi oleh sampah organik yang membusuk dan menjadi kompos,” tutur Kamir.

Peneliti CARE LPPM IPB, Yulia Puspadewi Wulandari, mengatakan bahwa di era modern ini pendidikan lingkungan diperlukan untuk merawat bumi yang keadaannya semakin tidak kondusif untuk tempat tinggal. Sekarang ini katanya, isu sampah dan banjir sedang menjadi trending topic. Sehingga sangat tepat, pendidikan atau ilmu mengenai biopori ini disebarkan ke masyarakat agar mereka bisa menanggulangi banjir dengan membiasakan membuang sampah yang baik, dengan membuat lubang resapan biopori dan membuang sampah organik di lubang tersebut”, ungkap Yulia.

Kurnia Bagus, CDO Pertamina EP Subang Field, sekaligus Ketua Panitia acara Gerakan Sejuta Biopori, mengatakan kegiatan yang diselenggarakan di SDN Pasirukem 1 ini diharapkan menjadi awal inisiasi gerakan biopori di Kabupaten Karawang. Kegiatan ini juga merupakan inisiasi sekolah hijau yang sedang dirintis oleh pihak sekolah bermitra dengan PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field dan CARE LPPM IPB.

Pada akhir kegiatan dilakukan praktek pembuatan lubang biopori di halaman SDN  Pasirukem 1 oleh seluruh peserta kegiatan. Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan bor biopori oleh PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field kepada kepala sekolah SDN 1 Pasirukem, jajaran muspika Kecamatan Cilamaya Kulon dan aparat Desa Pasirukem. (af/wl).